KBRN, Merauke : Hubungan antara Indonesia dan Papua Nugini tidak saja terjadi di Masyarakat kedua Negara yang secara historis memiliki hubungan kekeluargaan satu sama lainnya, namun juga di pererat dengan saling mengunjungi saat peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan kedua Negara.
Kepala Pos Imigrasi Sota Charles Urop mengatakan, setiap peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia 17 agustus sekitar 100 hingga 200 warga negara Papua Nugini ikut hadir dalam upacara Kemerdekaan, baik sebagai peserta upacara maupun kegiatan lomba.
Begitu juga saat peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Papua Nugini setiap tanggal 16 September Masyarakat Indonesia yang berdomisili di Distrik Sota juga melakukan kunjungan balasan.
" Kami telah menjadikan kunjungan antar warga negara Indonesia dan warga negara Papua Nugini saat peringatan Kemerdekaan sebagai ajang silaturahmi antar masyarakat kedua Negara ungkap Charles Urop kepada RRI Sabtu ( 30-11-2024 ).
Tradisi ini menurut Charles Urop sudah berlangsung lama yang bertujuan agar hubungan kedua negara tetap harmonis.

Warga Negara Papua Nugini saat mengikuti upacara HUT RI 17 agustus 2024 di Distrik Sota ( foto RRI/Sumarlan )
Meski tradisi ini sudah turun temurun, namun penerapan aturan tetap di tegakkan, seperti pelintas batas wajib menyertakan dokumen lintas batas.
" Saling mengunjungi merupakan tradisi secara turun menurun, namun pelintas batas wajib membawa dokumen lintas batas ujar Charles Urop "
Menurut Charles Urop, tradisi saling mengunjungi saat peringatan kemerdekaan kedua negara wajib di pertahankan, sehingga memberikan dampak positif di segala bidang.